Bagi para profesional pengolahan air, flocculant adalah alat sehari-hari dan pemisah air teknis.Transisi dari "mengetahui namanya" ke "memahami mekanisme tindakannya dan mencocokkan logika" menandai evolusi seorang insinyur dari operator menjadi ahli. Jenis-jenis flocculant yang tersedia, dan cara membedakan dan menggunakan mereka dengan benar, adalah topik yang banyak orang merasa membingungkan.
Flokulan saat ini merupakan bahan kimia yang paling banyak digunakan dalam pengolahan air limbah.Mereka adalah zat yang dapat mengurangi atau menghilangkan stabilitas presipitasi dan stabilitas polimerisasi dari partikel yang tersebar di air, dan menyebabkan partikel yang tersebar ini untuk koagulasi dan flocculate ke agregat.
Cara Kerja Flocculant
Jenis Flocculants - (Kationic, Non-Ionic, Anionic)
Flokulan secara luas dikategorikan berdasarkan jenis muatan listrik yang mereka bawa.
Pengguna dapat membuat pilihan yang wajar berdasarkan karakteristik air limbah.Penggunaan gabungan flocculants dan peralatan pengolahan air limbah dapat meningkatkan efisiensi pengolahan dan secara efektif memecahkan tantangan pengolahan air limbah.
Bagaimana Memilih Flocculant Secara Ilmiah
Memilih flocculant yang tepat adalah proses pengambilan keputusan ilmiah yang sistematis, bukan hanya percobaan dan kesalahan.
Flocculants telah berevolusi dari bahan kimia bantu menjadi sarana teknologi inti dalam sistem pengolahan air limbah modern untuk mencapai standar tinggi limbah, penghematan energi, konsumsi yang berkurang,dan penggunaan sumber dayaDari pembangkit air limbah kota hingga berbagai stasiun pengolahan air limbah industri, penerapannya yang tepat secara langsung berkaitan dengan manfaat lingkungan dan ekonomi.dengan meningkatnya persyaratan kualitas air, the development and application of green and environmentally friendly flocculants(such as modified natural polymers) and intelligent dosing systems will become important directions for continued development in this field.